Langsung ke konten utama

Sanur, The Old Bali ( 2 Des - 4 Des )

Hari ini,

Kami meninggalkan area kuta dan pindah ke Sanur untuk menginap selama tiga hari kedepan. Rencananya tanggal 4 Desember, kami akan menyebrang ke Pulau Nusa Lembongan. Pelabuhannya sendiri berada di Sanur sehingga akan lebih mudah jika kami pergi pagi-pagi dari area Sanur juga.

Sebelum ke Sanur, rencana awal ingin ke permandian air panas di Batur. Tetapi melihat-lihat review yang antara bagus dan tidak, akhirnya ganti rute ke Bukit Campuhan yang sedang hits banget di Instagram. Sekitar dua jam, peta menunjukkan harusnya kami hampir mendekati objek tapi, kok, nggak kelihatan bukitnya. Bolak balik putar jalan, mengikuti pepatah malu bertanya, sesat di jalan, ya sudah, bertanyalah kami ke penduduk sekitar. "Iya, dek, bener kok di sini. Parkir sini aja ndak apa-apa. Nanti turun ke sana ngelewatin sekolah."

Pantesan aja nggak kelihatan. Jadi rutenya harus turun melewati tangga kecil, tangganya ini benar-benar lebih mirip kayak turun ke bawah jembatan mau ke sungai lalu jalan sedikit melewati sekolah dan pura. Masuk lagi lebih dalam agak melewati pepohonan. Jauh, sumpah, gue agak nggak menyangka kalau treknya naik turun tangga dan bukit, pula. Tapi, ya, terusin deh. Begitu sampai atas...


n

Ngos-ngosan,

Laperrrrr berattttttt, kami pergi ke Kintamani. Dulu banget sekitar tahun 2010 atau 2011, jaman gue kuliah, gue punya mata kuliah namanya guiding, Nah, mata kuliah ini terbagi tiga, dimana yang kedua, kami sekelas akan pergi Jawa Bali Overland dan mengharuskan kami bergantian untuk jadi pemandu wisata. Nah, seingatan gue nih, ada tempat makan di Kintamani yang lumayan enak rasa makanannya sambil lihat pemandangan Gunung Batur. Sekitar kurang lebih dua jam lagi menuju Kitamani menahan lapar. *elus perut*.

Ekspektasi gue nahan laper, kan, mau makan enak lagi ya, buffet gitu kan sambil nikmatin pemandangan. Taunya, begitu sampai di Kintamani, nyari-nyari restorannya sudah nggak ada. Entah sudah renovasi atau memang gue yang lupa. Tapi gue yakin banget lokasinya tepat di depan parkir bus pariwisata, tapi nggak ada, tapi gue yakin, mau muterin jalan sudah laper. Enam tahun lalu, bok! Mungkin gue lupa, mau gimana lagi, pilihlah yang restorannya ramai karena pasti enak. Namanya ramai masa nggak enak, kan. Ternyata, beneran nggak enak, Zonk! Plus, saat itu sedang hujan lumayan deras, dingin, kabut juga bikin nggak bisa motret. Hiks.


Dari Kintamani,

menuju ke Sanur pengen cek lokasi pelabuhan dimananya Sanur, dekat dengan hotel kami atau tidak. Ketika pesan hotel, gue sempet cek lokasi pelabuhan sih deket banget, jalan kaki juga bisa. Di perjalanan menuju Sanur, kami melewati Tegalalang yang juga lagi ramai-ramainya wisatawan. Jadi Area Tegalalang ini adalah area sawah yang dibuat menurun sehingga menjadi pemandangan yang instagram-able. Di pinggiran sawah banyak kafe yang menyediakan tempat leha-leha sembari ngopi ngemil cantik ataupun kalau mau bisa turun ke sawah dan foto-foto. Niatnya pengen mampir tapi cuaca tidak mendukung dan parkiran penuh sekali. Jadi, kami meneruskan perjalanan langsung ke Sanur.

Sampai di Sanur, kami menginap di Duyung Homestay. Penginapan kecil tapi bernuansa Bali, bersih dan mereka punya kolam renang. Fun, right? Yeah, menyenangkan sebelum gue tau kalau pelabuhannya nggak dekat dengan penginapan. KOK BISA? Gue dibohongi peta, gile! Pelabuhannya masih sekitar 10-15 menit lagi menggunakan mobil. Astagaaaaaaaa~ Gimana gue bisa tau?
Karena suasana sore di Sanur menyenangkan, kami menyewa sepeda untuk berkeliling pantai. Sepanjang gue lihat kiri kanan, sama sekali nggak ada tanda-tanda adanya pelabuhan disana. Sepi layaknya pantai aja gitu. Dengan kekuatan mulut, nanya lah ke penduduk yang sedang santai. "Masih jauh di sana, mbak. Jalan kaki sampai kok, setengah jam-an.". Whattttttttt...??? 

Sembari mau mencari makanan malam, kami mencoba untuk melihat seperti apa pelabuhannya dan ternyata benar masih lumayan jauh, Yasudahlah, masih mending dibohongin peta daripada dibohongin pacar. 



Stuck in room,

Gue benar-benera nggak menyangka kalau kokoh pacar bisa sakit ditengah liburan. Memang dari sebelumnya dia sudah bilang kayaknya bakal sakit. Dari batuk-batuk lalu radang tenggorokan, ditengah-tengahnya pasti demam tinggi. Benar saja, malamnya demam tinggi sampai aura sekitarnya juga ikut panas. Jadilah hari kedua di Sanur mendekap di kamar. Thanks to Gojek, gue bisa gampang beli makanan dan obat-obat-an. Gimana makan siang? Mau nggak mau gue harus seret kokoh pacar keluar karena dia sendiri juga agak pemilih. Daripada udah gue beli nggak dimakan lebih baik kami keluar. Kondisinya lebih baik dari semalam jadi gue nggak menyiksa dia, nggak. Tapi bosen nggak sih, kalian nih di Bali, ya, makannya masa mekdi atau ka ef ci. Nook, jadi pilihan kami untuk mendiamkan gemuruh perut.

Sewaktu masih di Kerobokan, gue belom sempat datang ke Nook di sana. Nook Sanur tempatnya benat-benar nyaman banget sampai rasanya gue pengen bawa novel ke sini dan duduk-duduk ngemil nggak mau balik ke hotel. 








And I swear,
makanannya super duper enak. Apalagi minumannya, duh, suegerrrrr polll... Pertama, kokoh pacar pesen fettucini karena males makan aneh-aneh, sedangkan gue pesen ayam betutu karena bosan makan makanan barat. Pikiran gue ya, nook itu kan kafe ya, jadi ekspektasi gue untuk ayam betutu ini nggak tinggi-tinggi banget, rasanya biasa aja udah cukup. It turns out so yummy. Benar-benar diluar dugaan rasanya bakal enak dan nggak terlalu pedas, kuahnya gurih bikin pengen nambah nasi. Terakhir, kami pesan dessert karena pengen nyobain yang enak lagi. Akhirnya pesen, apa ya, duh, akibat kelamaan nggak nulis blog jadi lupa. Pokoknya pakai granola deh sama yogurt. 

Setelah makan siang, ya, balik lagi ke penginapan karena kokoh pacar masih kurang fit. Kerjaan gue? ya udah ngikut tidur siang. Gimana dong, mau main-main ke pantai makan jagung rebus, nggak bisa ninggalin yang sakit. Untungnya menjelang malam kokoh pacar sudah jauh lebih baik dan bisa makan malam di Jimbaran sesuai rencana. Yeay!


Next: Nusa Lembongan dan sekitarannya ( 4 Des - 6 Des )

Thank you for reading

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aquarius dan Gemini

Ngaku deh siapa yang pernah beli majalah hanya untuk lihat ramalan bintang? *hihihi* Gue termasuk nih dalam sekelompok ini, herannya, semua ramalan itu nggak ada yang bener dan nggak terjadi. Gue kesel. Gue nggak mau beli majalah lagi, cuma numpuk dipojokkan dan diomelin emak.  Lama kelamaan gue jadi males sama ramalan bintang, cuma PHP. Gimana nggak, kolom zodiak Aquarius mengatakan disuatu saat minggu kedua bulan kelima, akan ada seseorang yang menyatakan cinta. Deg-deg serr dong ya, mana lagi hot-hotnya sama gebetan. Sampe tanggal yang dimaksud, boro-boro tuh dinyatakan, wong orangnya nembak yang lain. Eyke kan kzl!

Cara Cepat Menurunkan Berat Badan

Banyak orang selalu nanya, gimana sih caranya kurus? Begitu dijawab, "Ih gila, kok gue diet nggak kurus-kurus ya". Gue akan kasih jawabannya dipenghujung cerita.
Jaman SD sampai SMA kelas 1, gue adalah cewek berbodi gemuk, bukan gendut ya. Gemuk itu semok-semok lucu, sedangkan gendut artinya obesitas berat.  Tahun 2006, tempat fitnes berwarna ungu baru mulai buka di daerah Tangerang. Promonya gila-gilaan jadi gue kepengen deh jadi member. Asal lo tau juga, salesnya bermulut manis banget! Gue jadi terhanyut dengan buaian bodi seksi ala-ala Scarlett Jo. Jadilah gue dan teman-teman gue masuk. Berasa keren sih pertama masuk situ, maklum anak bau kencur masuk tempat fitness mewah kan gimana gitu.

Patbingsoo Korean Dessert, Flavor Bliss Alam Sutera

Segala hal tentang Korea saat ini sedang "in", dari lagu, reality show, makanan sampai fisik manusianya. Gue pun terpesona dengan mereka, keromantisan cowok Korea yang bikin mupeng, cantiknya cewek Korea yang juga bikin pengen. Tapi apalah dayaku, aku hanya serbuk kerupuk yang ketinggal di toples kaca. *hiks.." Karena semua itu hanya angan dan harapan maka gue lebih memilih menggapai makanan Korea. Semua orang yang sudah pernah nonton film Korea pasti tau betapa makanandi sana selalu bikin lapar mendadak. Ya kan, Ya kan... *maksa*